SepintasInfo, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi menjalin kerja sama dengan PT Tirta Carbon Indonesia dalam bidang perdagangan karbon sektor kehutanan. Perjanjian ini ditandatangani langsung oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah, dan Direktur Utama PT Tirta Carbon Indonesia, Wisnu Tjandra, di Pendopo Odah Etam, Rabu (7/5/2025).
Kerja sama ini difokuskan pada konservasi kawasan gambut di luar kawasan hutan yang tersebar di lima kecamatan, yakni Kembang Janggut, Kenohan, Kota Bangun, Muara Kaman, dan Muara Wis. Total lahan gambut yang dikelola mencapai lebih dari 110.000 hektare atau 4,04% dari total wilayah Kukar.
Edi menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk tanggung jawab daerah dalam mengatasi perubahan iklim global. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk melindungi ekosistem gambut yang sangat rentan terhadap kerusakan.
“Ini adalah bentuk investasi baru dalam sektor lingkungan. Kami ingin menjadikan Kukar sebagai pionir dalam perdagangan karbon yang berbasis pada pelestarian gambut,” ujar Edi.
Ia mengajak seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat kabupaten hingga desa untuk mengawal pelaksanaan proyek ini secara serius. Menurutnya, keberhasilan kerja sama ini sangat bergantung pada komitmen semua pihak.
Edi juga menyampaikan bahwa perdagangan karbon merupakan bagian dari strategi nasional dalam menekan emisi gas rumah kaca. Pemkab Kukar telah mengatur mekanisme ini melalui Perbup Nomor 17 Tahun 2025 sebagai tindak lanjut dari PermenLHK Nomor 7 Tahun 2023.
“Kami ingin agar perdagangan karbon ini tak hanya berdampak pada lingkungan, tapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.
Ia berharap kerja sama ini dapat menjadi model implementasi konservasi lahan gambut yang efektif dan berkelanjutan, serta membuka peluang investasi ramah lingkungan lainnya. (ADV/Diskominfo Kukar)

More Stories
Kades Teluk Dalam Dorong Optimalisasi BUMDes PKM Sejahtera Demi Peningkatan PADes
Kades Teluk Dalam Dorong Ekspor Amplang Balet Produk UMKM Lokal
Lurah Maluhu Ubah Lahan Tidur Jadi Kawasan Pertanian Produktif