Sepintasinfo,Palangka Raya-Data nasabah Bank Kalteng diduga bocor dan diperjualbelikan di salah satu web. Menurut penuturan Ketua Asosiasi Programer Indonesia Kalimantan Tengah, Ahmad Hadi Surya, kepada wartawan, hal tersebut terungkap saat pihaknya melakukan patroli cyber dan menemukan kebocoran data milik nasabah Bank Kalteng yang sebagian besar mahasiswa yang diduga diperjualbelikan di forum salah satu web.
“Saat kami patroli cyber, sekitar 4.800 hingga 4.900 diduga diperjualbelikan di dark web. Data yang bocor dijual dimulai dari harga Rp10 juta hingga Rp100 juta. Meliputi nama, nomor telepon, NIK, nama Bank dan data jumlah tabungan milik mahasiswa yang rentan disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggungjawab,” katanya, belum lama ini.
Sementara itu, Plt Direktur Utama Bank Kalteng, Marzuki, mengaku belum mengetahui adanya dugaan kebocoran data nasabah. Namun pihaknya akan menindaklanjuti hal tersebut melalui unit khusus yang ada di Bank Kalteng.
“Saya belum menerima informasi kebocoran data tersebut. Kami akan menindaklanjuti melalui unit khusus. Selama ini terkait data nasabah tidak ada kebocoran,” katanya.
Ada beberapa universitas yang data mahasiswanya diperjualbelikan dalam web tersebut, seperti Universitas Palangka Raya, Universitas Kristen Palangka Raya dan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya.
Sumber:RRI.co.id

More Stories
Indibiz Borneo Dukung UMKM Perempuan Bertahan di Era Digital
Indibiz Borneo Hadiri Green Run Batakan
Telkom Soroti Kepemimpinan Perempuan, Apresiasi Direktur Petro Perkasa di Momen Kartini