August 15, 2026

Pemkab Kukar dan BIG Bangun Sinergi Data Geospasial Dukung Kebijakan Pembangunan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah bersama Sekretaris Utama Badan Informasi Geospasial (BIG) Republik Indonesia (RI) R.A Belinda Arunawati Margono, melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Rencana Kerjasama 2025-2029 antara Pemkab Kukar dengan BIG RI

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah bersama Sekretaris Utama Badan Informasi Geospasial (BIG) Republik Indonesia (RI) R.A Belinda Arunawati Margono, melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Rencana Kerjasama 2025-2029 antara Pemkab Kukar dengan BIG RI

SepintasInfo, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat kapasitas perencanaan berbasis data. Bupati Kukar Edi Damansyah menandatangani Nota Kesepahaman dan Rencana Kerja Sama 2025–2029 dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) RI, Rabu (21/5/2025), di Kantor BIG, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Kerja sama ini bertujuan menyusun kebijakan berbasis wilayah dan karakteristik spasial daerah sebagai bagian dari upaya mengatasi kemiskinan serta mewujudkan perencanaan pembangunan yang lebih presisi.

“Kami ingin kebijakan daerah berbasis pada data spasial yang akurat, sehingga arah pembangunan bisa lebih terukur dan efektif,” kata Edi.

Ia menyebutkan, kerja sama ini sejalan dengan semangat satu data nasional serta mendukung pelaksanaan RPJMD 2025–2029 Kukar. Edi menambahkan, kehadiran BIG sebagai lembaga pembina data geospasial nasional sangat penting dalam mendampingi proses penyusunan dan pemutakhiran data spasial di daerah.

Sekretaris Utama BIG, R.A. Belinda Arunawati Margono, menegaskan bahwa pihaknya siap membantu daerah melalui pembinaan teknis dan sistem pendataan yang terstandar.

“Kolaborasi ini menjadi bagian dari integrasi nasional dalam pengelolaan data spasial. Dengan pola kerja terstruktur dan intensif, kami harap data di Kukar bisa dimanfaatkan optimal untuk pembangunan,” ujarnya.

Pemkab Kukar juga mendorong penerapan data spasial ini dalam berbagai sektor, mulai dari pengentasan kemiskinan, pengelolaan sumber daya alam, hingga perencanaan tata ruang.

Edi berharap kerja sama jangka menengah ini dapat menghasilkan produk kebijakan yang adaptif terhadap perubahan wilayah serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan sinergi ini, Kukar menargetkan sistem perencanaan yang lebih presisi, efisien, dan akuntabel. (ADV/Diskominfo Kukar)