September 15, 2026

Pupuk Kaltim Pulihkan Pertanian Padang

Bantuan yang diberikan PT Pupuk Kaltim

PADANG, sepintasinfo.com – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, menyisakan tantangan pemulihan ekonomi, terutama di sektor pertanian. 

Sebagai salah satu tumpuan penghidupan masyarakat, lahan tani yang rusak membutuhkan penanganan cepat agar dapat kembali produktif.

Merespons kondisi tersebut, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian senilai Rp 100 juta. 

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan, bantuan ini menyasar tiga kelompok tani yang terdampak langsung oleh banjir, yakni Kelompok Tani Lapau Munggu, Anugrah, dan Patamuan.

“Bantuan ini diarahkan agar petani bisa segera mengolah lahan dan melanjutkan kembali aktivitas budidaya yang sempat terhenti,” kata Rafli, Kamis, 27 Agustus 2026.

Sarana produksi yang didistribusikan mencakup pupuk, pestisida, benih, hingga alat dan mesin pertanian. Menurut Rafli, dampak bencana tidak sekadar merusak lingkungan dan permukiman, tetapi juga memukul telak sumber pendapatan warga. 

Terganggunya lahan produksi berdampak langsung pada keberlangsungan usaha tani sekaligus kesejahteraan keluarga mereka.

Ketersediaan pupuk dan benih, kata Rafli, menjadi kebutuhan paling mendasar dalam fase penanganan pascabencana. “Pemulihan sektor pertanian adalah perhatian bersama. Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban dan membantu petani lekas bangkit,” ujarnya.

Rafli menambahkan, kembali beroperasinya sektor pertanian bertalian erat dengan ketahanan pangan dan perputaran ekonomi daerah. 

Ia meyakini, melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi, pemulihan ini tidak hanya berhenti pada perbaikan fisik, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat ke depannya.

Langkah Pupuk Kaltim ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Padang. Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Padang Yoice Yuliani menuturkan, dukungan sarana produksi sangat esensial bagi petani di tengah fase pemulihan.

Menurut Yoice, mitigasi dan pemulihan pascabencana tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Keterlibatan dunia usaha sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses perbaikan. 

“Salah satu kebutuhan paling mendesak saat ini adalah sarana produksi. Sinergi yang baik dari perusahaan seperti ini kami harap bisa memacu para petani untuk kembali produktif,” tutur Yoice.

Bantuan ini dirasakan langsung manfaatnya oleh para penerima. Ketua Kelompok Tani Lapau Munggu Masri menyebutkan, kelengkapan alat pertanian dan pasokan pupuk sangat krusial bagi kelompoknya untuk memulai ulang masa tanam.

“Ini sangat membantu kami untuk bangkit. Kepedulian ini menjadi pemantik semangat kami melanjutkan usaha tani,” ucap Masri. (*)