SepintasInfo, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2024. Capaian ini merupakan kali ketujuh secara berturut-turut yang diperoleh Pemkab Kukar.
Penghargaan diserahkan oleh Kepala BPK Perwakilan Kaltim, Mochammad Suharyanto, kepada Bupati Kukar Edi Damansyah dalam acara penyerahan LHP BPK di Auditorium Nusantara, Samarinda, Jumat (23/5/2025).
Edi mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Pemkab Kukar dalam menjaga kualitas tata kelola keuangan daerah. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP merupakan cerminan komitmen terhadap akuntabilitas dan integritas birokrasi.
“Ini bentuk kepercayaan publik atas pengelolaan anggaran kita. Tapi yang lebih penting adalah menjaga integritas dan transparansi ke depan,” ujarnya.
Kepala BPK Kaltim, Mochammad Suharyanto, menyampaikan bahwa opini WTP bukan berarti tanpa catatan. Ia mengingatkan bahwa masih terdapat ratusan rekomendasi dan puluhan temuan yang perlu segera ditindaklanjuti.
“WTP adalah bentuk apresiasi atas penyusunan laporan keuangan yang sesuai standar, tapi bukan jaminan tak ada potensi fraud. Pemda tetap harus melakukan pengawasan dan perbaikan sistem pengendalian intern,” jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa sebanyak 184 temuan dan 489 rekomendasi masih memerlukan penyelesaian. Oleh karena itu, Pemkab Kukar didorong untuk lebih sigap dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan dan terus memperbaiki tata kelola anggaran.
Edi menegaskan bahwa Pemkab Kukar akan menjadikan hasil LHP sebagai bahan evaluasi strategis demi memperkuat akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan publik.
“Capaian ini bukan akhir, melainkan pengingat agar kita terus berbenah dan memastikan anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya. (ADV/Diskominfo Kukar)

More Stories
Kades Teluk Dalam Dorong Optimalisasi BUMDes PKM Sejahtera Demi Peningkatan PADes
Kades Teluk Dalam Dorong Ekspor Amplang Balet Produk UMKM Lokal
Lurah Maluhu Ubah Lahan Tidur Jadi Kawasan Pertanian Produktif