May 28, 2026

Kerusuhan di Nepal, Parlemen Dibakar, 19 Tewas, Generasi Z Tuntut Reformasi

Kerusuhan di Nepal kian memanas, ribuan warga turun ke jalan. (Istimewa)

Kerusuhan di Nepal kian memanas, ribuan warga turun ke jalan. (Istimewa)

KATHMANDU – Nepal tengah memasuki babak paling kelam dalam sejarah politiknya. Gelombang protes yang dipicu pemblokiran media sosial kini berubah menjadi pemberontakan generasi. Jalanan Kathmandu bergolak. Ribuan demonstran memenuhi ibu kota, asap membumbung tinggi, kaca berserakan, dan gedung-gedung vital pemerintahan dibakar massa.

Awalnya, pemerintah memblokir Facebook, Instagram, YouTube, WhatsApp, dan X dengan alasan keamanan nasional. Namun, keputusan itu justru memicu kemarahan generasi Z yang menolak dibungkam dan menuntut ruang berekspresi.

“Ini bukan sekadar soal media sosial. Ini tentang masa depan kami!” teriak seorang demonstran dikutip Reuters, Selasa (10/9).

Parlemen Terbakar, 19 Orang Tewas

Dalam dua hari terakhir, bentrokan berubah brutal. Sedikitnya 19 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Gedung Parlemen (BICC) menjadi sasaran kemarahan massa, bersama sejumlah rumah pejabat tinggi negara yang ikut dilalap api.

Aparat merespons dengan gas air mata dan peluru tajam. Tentara kini dikerahkan, sementara jam malam diberlakukan tanpa batas waktu. Sedikitnya 27 orang ditangkap karena dianggap sebagai provokator.

PM Nepal Mundur, Demonstrasi Tetap Berlanjut

Di bawah tekanan publik, Perdana Menteri KP Sharma Oli mengumumkan pengunduran dirinya. Namun, langkah itu tak meredakan gejolak. Protes justru meluas ke berbagai wilayah.

“Kalau hanya ganti orang, tapi sistem tetap sama, kami akan tetap turun!” ujar seorang mahasiswa di Kathmandu.

Ekonomi Nepal Lumpuh, Bandara Ditutup

Dampak krisis ini melumpuhkan transportasi dan ekonomi. Bandara Internasional Tribhuvan ditutup total, memaksa penerbangan IndiGo dan FlyDubai dialihkan ke India. Pemerintah India bahkan menyiapkan operasi evakuasi untuk warganya, sementara perbatasan dijaga ketat guna mengantisipasi lonjakan pengungsi.

Generasi Z Tuntut Reformasi Total

Bagi generasi Z Nepal, aksi ini bukan sekadar soal akses media sosial. Mereka menolak korupsi, nepotisme, dan sensor digital. Tuntutannya jelas: reformasi politik total dan kebebasan berekspresi tanpa intervensi pemerintah. (*)